Seruan May Day AJI Indonesia

Mayday_2016-1Industri media terus mengalami lojakan secara signifikan terutama dengan hadirnya para pemain baru di dunia online. Kondisi lainnya, semakin mengguritanya kepemilikan perusahaan media di Indonesia di tangan sekelompok pemodal besar.

Tetapi, pertumbuhan industri media di Indonesia, tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan jurnalis. Bahkan, berbagai kasus ketenagakerjaan di 2015 sampai 2016 cederung mengalami peningkatan, terutama PHK sepihak. Contohnya, kasus Harian Semarang, Cakra Tv, Tempo Inti Media, Bloomberg TV, serta Kompas Gramedia, dan berbagai kasus lainya yang tidak dilaporkan.

Perselisihan Ketenagakerjaan Jurnalis, misalnya, dalam Kasus Harian Semarang, walaupun dimenangkan di pengadilan dalam kasus hubungan ketenagakerjaan, tetapi perusahaan tidak membayarkan uang pesangon. Hal sama terjadi, pada komitmen Bloomberg TV untuk membayar pesangon secara dicicil, tapi tidak melaksanakan dengan baik. Bahkan, kondisi kerja yang tidak melindungi pekerja perempuan.

Belum lagi, permasalah gaji di bawah UMK, tidak ada jaminan sosial (kesehatan, kecelakaan kerja, pensiun, perumahaan, jaminan hari tua). Padahal semua itu adalah syarat minimal yang harus diberikan pengusaha pada pekerja sesuai dengan UU Ketenagakerjaan, UU Sistem Jaminan Sosial Nasional, UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, masih belum dipenuhi oleh perusahaan media, terutama untuk pada jurnalis kontrak (kontributor, koresponden, stringer, atau istilah lainnya seperti kemitraan), masih menjadi perhatian dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

AJI Indonesia, sesuai dengan visinya terkait Kesejahteraan Jurnalis, mengajak seluruh Anggota AJI Indonesia untuk merayakan dan menggelar May Day, sebagai salah satu langkah agar perusahaan media, menjadikan kesejahteraan jurnalis dan pekerja media, menjadi prioritas dan menghentikan segala pelanggaran ketenagakerjaan dengan dalih apapun.

Perayan May Day, selain itu, sebagai cara agar publik juga semakin mengkritisi media, juga diharapkan menjadi perhatian pemerintah. Agar, pemerintah, terutama Kementerian Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja mau secara aktif mengawasi perusahaan media bahkan melakukan audit terhadap kondisi ketenaga kerjaan di sektor media.

AJI Indonesia menyerukan AJI Kota untuk menggelar aksi, diskusi, atau apapun kegiatannya, agar ada perbaikan kesejahteraan jurnalis di berbagai daerah. Isu utama yang bisa diangkat seperti Jaminan Sosial Bagi Jurnalis, Upah Layak Jurnalis, Upah Sektoral Pekerja Media, serta Audit Ketenagakerjaan Perusahaan Media.

AJI Indonesia, mendorong AJI Kota untuk berkolaborasi dengan serikat pekerja sektor lain dalam perayaan atau aksi May Day, 1 Mei 2016, sebagai salah satu jalan menguatkan isu serta agar ada dorongan publik yang lebih luas agar perusahaan media tidak semena-mena pada jurnalis atau pekerja media.

AJI Indonesia, akan mengirimkan beberapa poster yang bisa dipakai untuk melakukan kegiatan. Diantaranya Poster; Jurnalis Juga Buruh; Jangan Tunggu PHK, Berserikatlah Pekerja Media; Jurnalis Tuntut Upah Layak; Perusahaan Wajib Beri Jaminan Sosial Bagi Jurnalis.

Demikian Seruan Ini.

 

Yudie Thirzano                  085330032902

Alloysius B. Kurniawan      0817 278871

AJI Indo

Advertisements

Published by

timoteus marten

Perantau & perajut kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s